Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai kunjungan observasi lapangan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) di Perpustakaan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik untuk mata kuliah Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan. Melalui kegiatan observasi dan wawancara semi-terstruktur ini, para mahasiswa berkesempatan menggali secara mendalam seluruh siklus tata kelola perpustakaan perguruan tinggi, mulai dari analisis kebutuhan pemustaka, audit fisik fasilitas, hingga akuntabilitas administrasi dan legalitas dokumen resmi.
Mengupas Tuntas Prosedur Seleksi dan Pengadaan Koleksi Perpustakaan Kampus
Dalam sesi wawancara bersama tim pustakawan Unikama, mahasiswa UM membedah berbagai aspek teknis terkait pengembangan koleksi. Pembahasan diawali dengan peninjauan dokumen Kebijakan Pengembangan Koleksi (KPK) serta metode community analysis yang digunakan untuk memetakan kebutuhan pengguna, baik melalui survei langsung maupun analisis log sirkulasi dan kurikulum kampus. Pustakawan Unikama juga memaparkan strategi pengelolaan anggaran agar tetap seimbang antara pengadaan buku cetak dan langganan e-resources (e-books dan e-journals). Selain itu, didiskusikan pula prosedur seleksi koleksi hibah untuk mencegah penumpukan bahan pustaka yang tidak relevan serta mekanisme evaluasi lisensi digital (e-licensing) terkait hak authorized users dan akses jarak jauh.
Menilik Langsung Kesiapan Fasilitas Fisik, Suhu Ruangan, dan Alat Digitalisasi
Kegiatan dilanjutkan dengan inspeksi lapangan secara langsung untuk menilai kesiapan infrastruktur fisik dan teknis perpustakaan. Mahasiswa mengamati kerapian serta kepadatan koleksi di rak, pencahayaan ruang baca, hingga penataan layout. Aspek preservasi lingkungan turut menjadi fokus perhatian, di mana mahasiswa memeriksa keberadaan alat pengukur suhu dan kelembaban (thermopergrometer), sistem AC 24 jam untuk menjaga suhu ideal 18–20°C, serta ketersediaan sarana pemadam api (APAR) dan detektor asap. Dari sisi infrastruktur digital, mahasiswa meninjau kesiapan pemindai (scanner) karya ilmiah, keandalan server repositori institusi, serta perangkat pemindai barcode/RFID yang mendukung operasional perpustakaan.
Menggali Alur Legalitas Penyiangan Koleksi dan Pengelolaan Dokumen Penting Perpustakaan
Sebagai penutup rangkaian observasi, mahasiswa diajak mendalami tata kelola administrasi yang menjadi bukti akuntabilitas perpustakaan. Pustakawan menjelaskan pelaksanaan pencacahan ulang (stock opname) dan kriteria penyiangan berkala, beserta alur legalitas penghapusan aset koleksi hingga diterbitkannya Berita Acara Penyiangan (BAP). Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk meninjau kelengkapan berkas resmi perpustakaan, seperti Standar Operasional Prosedur, Petunjuk Teknis layanan, hingga formulir usulan buku dan laporan statistik penggunaan. Melalui peninjauan ini, mahasiswa UM memperoleh pemahaman utuh mengenai pentingnya tertib administrasi dalam mendukung kelancaran operasional perpustakaan modern.
Melalui kegiatan observasi ini, Perpustakaan Unikama tidak hanya hadir sebagai sarana penyedia literatur, melainkan juga wadah edukatif dan ruang kolaborasi akademis bagi calon-calon pustakawan masa depan. Semoga pengalaman serta insight yang didapatkan para mahasiswa UM selama berkunjung ke Unikama dapat menjadi bekal berharga dalam memahami kompleksitas dunia kerja pustakawan modern—sebuah profesi yang terus bertransformasi mengimbangi perkembangan teknologi dan kebutuhan pemustaka.
